Supriyadi
Menerapkan pencetakan 3D dalam program pendidikan sangat bermanfaat untuk proses pembelajaran. Siswa mendapat umpan balik sentuhan konsep pembelajaran yang sulit untuk diwakili hanya dengan menggunakan bahan pembelajaran standar. Mempersiapkan siswa untuk karir masa depan mereka dan mengajari mereka keterampilan yang berharga dengan pencetakan 3D adalah jalur yang layak yang banyak sekolah gunakan saat ini. Ini berfungsi sebagai alat revolusioner tambahan untuk membantu di banyak bidang pendidikan dan memberi guru cara baru untuk menyampaikan pesan mereka.
Menangkap minat siswa
Pencetakan 3D memiliki manfaat tambahan menjaga minat pelajar muda melalui bantuan visual. Proses mendesain dan kemudian mencetak kreasi mereka berdua membangkitkan kreativitas, tetapi umpan balik dari ide ke kreasi membuat proses belajar keduanya menyenangkan tetapi yang lebih penting itu membuat belajar menjadi efektif.
- Merangsang interaksi pada saat berada di kelas
Menggunakan printer 3D secara instan mengubah kelas mana saja menjadi pengalaman belajar interaktif. Baik itu melalui pencetakan bagian kerangka untuk digunakan untuk kelas biologi atau membuat prototipe untuk kelas teknik, proses ini membutuhkan eksplorasi melalui interaksi dan merangsang proses pembelajaran.
- Membantu membuat menjadi nyata
Konsep yang sulit menjadi tidak hanya terlihat tetapi juga nyata. Apa pun yang biasanya Anda gambar di papan tulis, Anda dapat menjelaskan melalui model yang dapat disentuh dan diselidiki siswa dari sudut mana pun.
- Belajar langsung melalui model 3D
Khusus untuk kelas seni dan teknik, sangat bagus untuk menggunakan kemampuan prototyping untuk membuat ide dan desain kreatif siswa menjadi hidup.
ESENSI PENCETAKAN 3D UNTUK GURU
APLIKASI PRINTER 3D DI SD DAN SMA
Printer 3D adalah aset pengajaran yang bagus untuk sekolah.
Aplikasi tidak terbatas pada:
- Memahami bentuk dan struktur yang kompleks (terutama dikombinasikan dengan kursus singkat tentang model CAD)
- Alat untuk menangkap perhatian anak-anak
- Berarti mengekspresikan kreativitas anak-anak, misalnya, selama kelas teknologi.
- Pencetakan 3D memberikan hasil instan. Ini memungkinkan siswa muda untuk langsung melihat hasil pekerjaan mereka, yang sangat penting bagi mereka.
- Memahami seluruh proses pengembangan produk, dari desain hingga versi final.
APLIKASI PENCETAKAN 3D DI UNIVERSITAS
Penelitian dan universitas terapan membentuk keterampilan siswa mereka, yang diperoleh di sekolah. Selain itu, mereka berkontribusi pada studi ilmiah dan pengembangan teknologi baru. Memiliki printer 3D memperkuat proses ini.
- Mahasiswa kedokteran dapat mencetak organ manusia, yang meningkatkan kualitas pelatihan mereka. Selain itu, mereka dapat mengembangkan prostetik, dan meningkatkan pemahaman mereka sendiri tentang tubuh manusia.
- Di Fablabs universitas, memiliki printer 3D selain alat standar (seperti CNC dan stasiun kayu) memungkinkan siswa untuk memiliki kapasitas tidak terbatas untuk proyek mereka.
- Siswa teknologi dapat bekerja mengembangkan produk baru menggunakan cetak 3D, untuk pembuatan prototipe cepat dan akhirnya produksi komponen nyata.
- Mahasiswa arsitektur dan desain dapat mencetak model mereka, menjadikannya nyata dan memiliki cara yang lebih baik untuk mengomunikasikan ide-ide mereka.
CARA MELAKSANAKAN PRINTER 3D DALAM PENDIDIKAN
Untuk menerapkan pencetakan 3D dalam Pendidikan, Anda perlu mempertimbangkan langkah-langkah berikut:
- Siapkan rencana pelajaran.
- Apa yang akan siswa lakukan dengan printer 3D? Seberapa sering dan untuk kelas apa? Informasi ini sangat penting untuk membangun jadwal yang baik.
- Tentukan jumlah printer yang dibutuhkan. Ukuran kelas Anda dan tugas yang terlibat dapat sangat berkontribusi pada definisi nomor ini.
- Pikirkan tentang jenis-jenis printer yang Anda butuhkan. Ini sangat tergantung pada rencana pelajaran dan jenis kelas di mana printer akan bekerja. Misalnya, bengkel dapat menggunakan printer dari beberapa jenis teknologi karena memberikan siswa kesempatan untuk menerapkannya bersama dan mendapatkan manfaat dari masing-masing teknologi. Untuk penugasan sederhana, printer 3D FDM bisa cukup karena cetakannya biasanya memiliki rasio kualitas permukaan yang baik dan keandalan yang tinggi.
- Apakah keamanan menjadi perhatian Anda? Dalam hal anak-anak kecil, penting untuk secara hati-hati mengevaluasi tingkat keamanan peralatan yang akan berinteraksi dengan mereka. Misalnya, jika jumlah guru tidak cukup untuk ukuran kelas, printer terbuka bisa berbahaya. Pertimbangkan ruang bangunan tertutup.
Kami menyiapkan beberapa materi daring dan cetak yang akan membantu para guru menerapkan pencetakan 3D di kelas mereka.
3D RENCANA PELAJARAN PENCETAKAN – Hard Copy
Pendidikan Utama (10 hingga 12 tahun)
Kurikulum ini memungkinkan anak-anak dan guru mereka untuk menjadi terbiasa dengan pencetakan 3D. Dalam rencana pelajaran ini (total 14 pelajaran), anak-anak memperoleh keterampilan yang mereka butuhkan untuk menghasilkan input untuk printer 3D serta mengoperasikannya.
Pelajaran dibagi di fase orientasi, di mana anak-anak belajar cara mengoperasikan berbagai program perangkat lunak yang mengoperasikan printer dan yang menghasilkan file cetak 3D. Dan fase pemindahan, di mana anak-anak menerapkan keterampilan mereka. Rencana pelajaran menyentuh pengetahuan yang sudah ada sebelumnya dari sejarah, kosa kata, teknis, biologi dan pelajaran kreatif. Rencana pelajaran dibuat dan diuji dalam kemitraan dengan sekolah dasar Belanda t Palet dari Den Haag.
Sekolah Menengah (13 hingga 18 tahun)
Selain berfokus pada keterampilan yang diperlukan untuk mengoperasikan printer 3D dan menghasilkan konten yang dapat dicetak 3D, rencana pelajaran ini (terdiri dari 3 pelajaran) berfokus pada aplikasi praktis (bisnis) pencetakan 3D. Ini mencakup teknik pencetakan 3D yang lebih canggih seperti membuat struktur pendukung, menggunakan pengisi dan pencetakan dengan suhu yang berbeda . Rencana pelajaran ini dibuat bekerja sama dengan Jacobus sekolah menengah Belanda Fruytier kuliah di Apeldoorn.
MENGAJAR DENGAN KURSUS ONLINE
Pendidikan online menjadi semakin populer, dan kami juga mengembangkan kursus pencetakan 3D online. Ini adalah diperbarui secara berkala untuk terus memberi Anda informasi aktual. Belajar di komputer harus mudah dan menyenangkan dan kursus online telah dilengkapi dengan kuis praktis dan pendek di sepanjang pelajaran.
Mengajar dengan kursus online gratis
Kursus online gratis. Ini berarti Anda dan siswa Anda tidak akan memiliki biaya tambahan untuk mulai belajar. Tidak ada lagi buku yang sudah ketinggalan zaman, atau memulai kuliah ketika siswa Anda telah lupa buku-buku mereka.
Rencana guru
Kursus online Pengantar dan Pendidikan cocok untuk tujuan pendidikan. Leapfrog telah membuat rencana guru untuk mulai mengajar dengan efisien. Rencana guru memiliki informasi tentang apa yang harus disiapkan untuk setiap kelas dan memberikan contoh yang jelas tentang bagaimana membagi setiap kelas.
PLA
PLA adalah termoplastik yang mudah digunakan dengan kekuatan dan kekakuan yang lebih tinggi daripada ABS dan nilon. Dengan suhu leleh rendah dan lengkungan minimal, PLA adalah salah satu bahan termudah untuk mencetak 3D dengan Baik. Sayangnya, titik lelehnya yang rendah juga menyebabkan ia kehilangan hampir semua kekakuan dan kekuatan pada suhu di atas 50 derajat Celcius. Selain itu, PLA rapuh, yang mengarah pada bagian dengan daya tahan yang buruk dan ketahanan benturan, PLA cocok di gunakan bagi para penghobi Printer 3D.
ABS
ABS, meskipun lebih lemah dan tidak sekaku PLA, adalah filamen yang lebih keras dan lebih ringan, lebih cocok untuk beberapa aplikasi di luar hobi.ABS sedikit lebih tahan lama, sekitar 25% lebih ringan, dan memiliki resistensi dampak empat kali lebih tinggi. ABS memang membutuhkan lebih banyak upaya untuk mencetak daripada PLA karena lebih tahan panas dan cenderung melengkung. Ini panggilan untuk heated bed dan extruder yang 40-50 derajat Celcius lebih panas. ABS, meskipun tidak berarti plastik tahan panas, memiliki suhu defleksi panas yang lebih tinggi dibandingkan dengan PLA dan nilon.
Daya tahan yang ditingkatkan dibandingkan PLA memberikan ABS lebih praktis untuk beberapa aplikasi , seperti prototyping dan komponen penggunaan akhir
Nylon
Nylon adalah plastik yang fleksibel dan tahan lama dengan kekuatan dan kekakuan yang lebih rendah dari PLA dan ABS. Sifat lunak Membuatnya jauh lebih Tangguh dibandingkan dengan dua lainnya, namun, dengan resistensi dampak sepuluh kali lipat dari ABS. Nylon juga menawarkan ketahanan kimia yang baik, yang membuka kemungkinan aplikasi industri yang lebih banyak.Seperti halnya ABS, nilon membutuhkan perhatian ekstra untuk mencetak; itu perlu diekstrusi pada suhu tinggi , karena kecenderungannya untuk menyerap kelembaban dari udara, harus disimpan dalam kotak kering.
Nylon lebih keras dan lebih tahan terhadap bahan kimia daripada ABS dan PLA, tetapi kekuatan dan kekakuannya yang rendah membuatnya tidak banyak digunakan dalam industri manufaktur. Akibatnya, kemajuan dalam bahan cetak 3D telah memperkenalkan campuran serat nilon, membuka pintu bagi pencetakan 3D industri yang dapat diakses.
Filled nylon
Filled nylon adalah campuran nilon dengan partikel kecil dari bahan yang lebih kuat seperti fiberglass atau karbon Fiber. Campuran ini menjaga sifat nilon yang menguntungkan sambil menambahkan kekuatan dan kekakuan yang cukup besar. Markforged’s Onyx adalah contoh dari salah satunya; nilon dikombinasikan dengan karbon Fiber .
Dengan kekuatan dan kekakuan yang tinggi, daya tahan yang sangat baik, dan ketahanan kimia yang baik, Filled Nylon seperti Onyx adalah sebagian dari beberapa termoplastik cetak 3D yang cukup tangguh untuk factory floor. Campuran nilon cocok untuk perlengkapan, jig, prototipe fungsional, dan bahkan bagian-bagian penggunaan akhir.
TPU adalah bahan fleksibel yang banyak digunakan di banyak industri termasuk mobil, alat elektronik, dan berbagai kabel, tabung dan lapisan perekat. Dengan tambahan pencetakan 3D yang kuat, banyak aplikasi baru menjadi mungkin menggunakan TPU karena sifat keunggulannya, misalnya: elastisitas tinggi, kekuatan tinggi, transparansi, dll.
Hari ini, kami ingin menggunakan UP300 yang baru diluncurkan untuk mencetak sepatu. Ya, seluruh sepatu. Tiertime UP300 3D Printer menambahkan dukungan TPU dalam arsenalnya, dan keluar dengan ekstruder TPU khusus. Jika Anda menyukai pencetakan 3D untuk sementara waktu, Anda mungkin tahu bahwa filamen TPU fleksibel, artinya lunak, dibandingkan dengan ABS atau PLA, filamen keras. Akan sulit untuk memasukkan filamen TPU ke dalam extruder jika Anda ingin extruder mendukung filamen keras dan lunak.
TPU extruder memiliki desain berbeda yang membuat pemberian Feed TPU lebih mudah. Seiring dengan Glass Bed baru di UP300, ia dapat mencetak model raftless dengan bagian bawah yang rata.
Butuh 17 jam, 300 gram filamen TPU untuk mencetak sepatu:
Pelanggan kami dalam bisnis sepatu sangat menyukai solusi pencetakan 3D yang disediakan Tiertime, karena ini merupakan “perubahan paradigma”. Dengan pencetakan 3D, ditambah polimer yang dapat diterima, itu benar-benar dapat mengubah alur kerja mereka, atau bahkan cara mereka mendesain sepatu.
Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang UP300, silakan hubungi kami untuk detail, atau berbicara dengan mitra lokal kami untuk informasi lebih lanjut.
3D printing has come to dentistry in a big way. But choosing the right printer for your practice or lab is about much more than just the hardware. There are a handful of printers on the market today with sufficient accuracy and speed to satisfy the needs of most dentists. As desktop stereolithographic (SLA) printers mature, the spec-sheets seem to be telling a story of converging capabilities and dental 3D printing materials.
With the dental 3D printing market projected to reach $9.5 billion by 2027, the industry has been flooded with newcomers and wild claims about ROI and workflow enhancements. But this narrative of feature convergence and the creeping-in of jargon-laden features seriously complicates the purchasing decision. The daily introduction of new ‘features’ into existing lineups can give the impression that 3D printing is moving too quickly to justify investment.
In a recent article, we made the case for what makes certain printers ‘dental’ and others not. But the printer hardware only tells part of the story. In order to cut through the noise around dental 3D printing, it’s crucial to understand the current market and projected future of dental 3D printing materials. While printer features such as accuracy and speed are important in dental manufacturing, it is a series of advancements in resins – driven by third-party manufacturers – that is largely responsible for the proliferation of 3D printing in dentistry.
What is a Dental 3D Printing Material?
When we talk about resin or other 3D printing technologies that are ‘dental’, what do we mean? If you want to cut through the noise in the 3D printing market, this is an extremely important question to ask. Compared to other 3D printing customers, dentists have unique and non-negotiable needs for their manufacturing systems. A dental 3D printing material is a resin designed and manufactured specifically for the production of final-placement dental appliances and functional dental models.

The fact of the matter is that not all resins are suitable for even basic study models. But although dental model resins are some of the most widely marketed materials in dentistry, models represent only a fraction of 3D printing’s capability in digital dentistry. Functional, final-placement appliances are growing in number, and these FDA-cleared, biocompatible resins are the future of the industry.
Dental Resin Type 1: Dental Model Resin
At first blush, one might mistakenly think that the requirements of a dental model are the same as any other 3D-printed part. But where they diverge, and where we find the point of divergence of most dental prints from other 3D-printed models, is in their intended use. While a 3D model of a character to be used for animation will be heavily post-processed and painted by an artist, a full-arch model of a patient’s teeth needs to be useful with minimal effort. This cashes out in two ways.

CONSULTATIVE AND VISUAL DENTAL MODELS
Dental model resins need to properly balance speed against aesthetics. Doctors like Steven Shao use 3D printed dental models as visual aids for restorative treatment consultations. In order for these consultations to be effective, the models need to be visually appealing. Proper color distribution, especially over the course of long prints, is something that many standard model resins do not prioritize. Dr. Shao uses SprintRay Model Resins, which are specifically formulated to print rapidly while retaining even color and micron-level accuracy.

DENTAL MODELS FOR CLEAR ALIGNER PRODUCTION
Another popular use for 3D printers, particularly in private practices, is the creation of in-house clear aligners. This process involves printing a handful of full-arch models that progress from a patient’s current to future dentition. Clear aligner therapy production brings up the most important component of dental model resin: accurate throughput.
Many desktop SLA printers use a single laser to cure resin as if drawing a picture one layer at a time. Desktop DLP printers like MoonRay cure an entire layer in a single flash of UV light. This makes them very accurate and fast, two items that are critical in the production of clear aligners. Because clear aligner therapy requires the printing of up to a dozen full arch models, throughput is crucial. Rather than having to print each arch on its own print bed or wait for each layer to be individually drawn, DLP printers can get the best of both worlds.
But speedy, accurate production isn’t just about printer tech. Speed and accuracy are adversely affected by materials. Dental materials are engineered for this balance. If the accuracy of the full-arch models isn’t spot-on, then the aligners themselves won’t fit properly. High throughput with reliable accuracy is the result of years of tweaking model resins specifically for the needs of dental professionals.

Dental Resin Type 2: Functional Appliance Resin
The last couple of years have seen a handful of breakthrough resins that are certified by the FDA as Class Ia and IIa biocompatible. These new resins also have physical attributes that make them ideal for dental applications. Hard, clear plastic mouthguards and nightguards can be printed on certain compatible 3D printers. Indirect bonding trays, which are loaded with orthodontic brackets and then seated for simplified bonding, can be printed in less than an hour. Denture try-ins and monolithic, economical dentures can be printed with PMMA micro-filled hybrid material, post-processed, and placed into a patient’s mouth within a day and for a fraction of the materials cost.

You might be thinking: great! If there are so many new functional resins on the market, why aren’t all digital dentists using them? Unfortunately, things aren’t so simple. Most systems are still “closed” which means it can be difficult to find the combination of product features and material compatibility that will work for your practice.. In order for a given printer to print with a certified denture base resin, for example, that printer must have the correct software presets. If it doesn’t, the print will fail.
Open vs. Closed Resin Systems
Just as with paper printers, the wide profit margins of consumable supplies drive company decisions around materials. Many dental 3D printing materials are made by third-party resin suppliers. Only a very small handful of 3D printers allow for third-party resins. Even fewer offer support and offer pre-made settings to ensure compatibility. Most 3D printers, even those built for dental, use proprietary ecosystems. If you invest in such a printer, you may limit your ability to see future returns on your hardware.

Certified Open Resin Systems
3D printers for dental clinics and labs should be long-term investments. While hardware iterations are on fairly long product cycles, dental 3D printing materials are not. Resin manufacturers move fast, and clinics need a partner who can help them stay up to date. Many of the functional resins on the market today have become available within the last year, and that rate of improvement shows no signs of slowing down. The success of 3D printing in dental owes much of its capability to these new resins developed by third parties.

This rapid pace of improvement can seem daunting. But buying into SprintRay’s printing platform is the beginning of a partnership that is one-of-a-kind in the industry. We offer an expanding catalog of fully supported third-party resins from leading manufacturers in addition to our own model and surgical guide resins. This means that you can buy with confidence, knowing that your printer and support team will always be up-to-date with the latest advancements in dental 3D printing materials.
Conclusion: Bet on the Future of Printing
SprintRay provides a certified open resin platform because we believe in the power of 3D printing. Closed systems, such as those from FormLabs or Stratasys, only certify and support their own 3D printing materials. Here’s what having an open certified system means to us:
- Certified: SprintRay’s product engineers work with resin manufacturers. We do the hard work of certifying and supporting these materials so that you can maximize your production flexibility.
- Open: While many competitors only offer a few resins for dental, SprintRay opens up our machines to the kinds of advancements in materials that truly revolutionize dentistry.
- Platform: Materials for dental 3D printing require testing, distribution, and support. SprintRay is fully committed to dental, so we offer a suite that fulfills all three of these.
As the world of 3D printing continues to revolutionize dentistry, new materials will continue to push the envelope of what’s possible. Because of our open certified resin platform, SprintRay is the ecosystem of choice for dentists and labs across the nation who want to secure the future of their investment in 3D printing.
Menghemat Biaya Bahan
Teknologi 3D printing memiliki potensi untuk membuat pilihan dari proses manufaktur menjadi tidak terbatas dan sangat akurat. Misalnya, saat ini menggunakan apa yang dikenal dengan ‘proses substraktif’, jika ingin membuat satu bagian menggunakan aluminium, blok ditempatkan dalam sistem CAD dan kelebihan bahan akan dipotong untuk membuat bagian tersebut. Dengan menggunakan proses ini, 60 hingga 70% dari blok alumunium berakhir sebagai bagian potongan yang tergantung pada kompleksitas dan bentuk yang dibutuhkan. Potongan tersebut kemudian dilebur dan digunakan kembali untuk proses produksi berikutnya.
Sebaliknya, teknologi 3D printing merupakan sesuatu yang bersifat ‘aditif’, dan produsen dapat menggunakan bahan yang diperlukan seminimal mungkin untuk melakukan pemalsuan dari satu bagian. Dalam contoh di atas, menggunakan printer 3D pada dasarnya mampu menghilangkan proses pencairan barang bekas yang berlebih dan sumber daya yang terbuang, pada akhirnya akan menekan biaya bahan untuk produsen. Bagi industri manufaktur secara umum, hal ini secara signifikan dapat mengurangi biaya modal.
Peningkatan Perhitungan Biaya Tambahan
Meskipun biaya awal dari penggunaan printer 3D bisa mencapai hingga satu juta dolar, teknologi ini memiliki potensi secara substansial mengurangi biaya unit tambahan untuk produsen. Ada peluang yang cukup besar bahwa bagian yang dibuat dengan printer 3D hanya mengeluarkan biaya yang jauh lebih sedikit daripada pembuatan lengkap melalui proses produksi tradisional.
Pada akhirnya, industri dapat mencapai satu titik balik dimana biaya sepenuhnya dialokasikan terkait dengan 3D printing akan berada jauh di bawah proses manufaktur secara tradisional – bahkan ketika perusahaan telah memiliki printer sendiri untuk investasi.
Perakitan dan Strategi Perubahan Harga
Selama proses produksi, tim penjualan harus bekerja sama dengan tim produksi untuk memastikan bahwa semua tanggal pengiriman telah terpenuhi dan kepuasan pelanggan dapa ditingkatkan melalui produksi dan pengiriman. Dalam proses perakitan tradisional atas pesanan produk misalnya, semua alat dan bahan harus disesuaikan dengan pekerjaan setiap individu dan melakukan pemrograman ulang untuk setiap produk dan permintaan pelanggan. Dengan 3D printing, tim produksi diberikan fleksibilitas yang lebih besar karena proses perakitan adalah suatu operasi tunggal dan waktu dapat dikurangi hingga menjadi hampir nol.
Karena fleksibitas dalam proses perakitan yang baru ini, agen penjualan mampu mendorong pesanan menjadi lebih cepat dan dalam kapasitas yang lebih besar, karena stok mereka akan terpenuhi dengan segera tanpa menunggu produksi optimal. Selain itu, proses manufaktur dapat dilakukan dengan biaya yang lebih rendah dan setiap pesanan dapat diumpamakan seperti pesanan cepat dengan waktu yang singkat.
Di sisi lain, waktu produksi yang lebih singkat dan biaya tak langsung yang lebih rendah untuk produsen tidak berarti bahwa perusahaan tidak lagi mampu mengumpulkan nilai dari proses penetapan harga strategis. Perusahaan mungkin masih mendapatkan harga biaya yang sama dan bahkan akan menikmati kenaikan margin karena keunikan produk yang tersedia melalui proses cetak 3D. Karena biaya produsen yang cenderung berkurang, mereka dapat memutuskan berapa banyak penghematan biaya untuk meneruskannya kepada pelanggan untuk menjaga dari kompetitor.
Untuk saat ini, dampak 3D printing pada industri manufaktur masih sebatas teori, tetapi produsen yang memilih untuk tidak memanfaatkan teknologi ini akan kalah dengan mereka yang menggunakannya. 3D printing terus berkembang dengan pesat dan setiap harinya dapat dilihat semua benda baru yang dihasilkan dari teknologi tersebut. Hal ini membuktikan bahwa teknologi 3D printing tidak terbatas bagi produsen.
Ford Mereliasisasikan Produksi Part Otomotif Baru dan Berkolaborasi dengan Carbon 3D – Pioner Teknologi 3D Printing High Speed
- Ford Focus HVAC (Heating, Ventilation and Cooling) Lever Arm Service Parts
- Ford F-150 Raptor Auxiliary Plugs for a niche market
- Ford Mustang GT500 Electric Parking Brake Brackets.
- Ford Focus HVAC (Heating, Ventilation and Cooling) Lever Arm Service Parts
- Ford F-150 Raptor Auxiliary Plugs for a niche market
- Ford Mustang GT500 Electric Parking Brake Brackets.
KEUNTUNGAN BAGI FORD
Pabrik assembly mobil Ford Ranger truk di Michigan menggunakan 5 macam peralatan 3D print. Dengan menggunakan peralatan tersebut, Ford mengurangi beberapa minggu dari skedul rilis truk Ford Ranger yang baru. 3D print part juga mengurangi keterlambatan produksi yang di sebabkan oleh hilangnya waktu berharga saat menunggu part pengganti.
Jika selama ini hasil cetakan 3D dikenal masih banyak berupa aksesoris atau mainan, maka NASA bisa membuatnya menjadi lebih berguna dan spektakuler. Badan antariksa Amerika Serikat tersebut berhasil membuat cetakan dengan metode 3D printing dan mengujinya, di mana cetakan tersebut merupakan bagian dari roket yang benar-benar bisa membangun sebuah roket yang kuat dan tidak bisa meleleh. Hal tersebut tentu saja menjadi sebuah langkah yang menunjukkan betapa pentingnya teknologi tersebut akan berjalan di suatu hari nanti.
Bagian roket yang dicetak tersebut diuji coba oleh Glenn Research Center NASA di Cleveland, yang berupa sebuah injektor roket yang sangat rumit, diciptakan melalui metode laser yang selektif, dengan proses pembuatan aditif yang menggunakan laser bertenaga tinggi untuk melelehkan bubuk logam ke dalam struktur 3D. Menurut Tyler Hickman, peneliti NASA, injektor merupakan jantung sebuah mesin roket dan mewakili porsi biaya yang besar dari sistem tersebut. Dan dengan inovasi teknologi 3D printing tersebut, NASA bisa menghasilkan injektor roket yang sepenuhnya aditif dengan demonstrasi dalam lingkungan yang relevan.
Hal ini jelas merupakan sesuatu yang sangat besar bagi NASA. Tak hanya dengan akan mengurangi biaya, tetapi juga akan membuka kesempatan bagi para astronot untuk melakukan produksi sendiri saat berada di luar angkasa. Yang paling penting tentunya juga faktor waktu dimana injektor roket hasil cetakan 3D yang dibuat tersebut sangat menghemat waktu jika dibandingkan dengan membuatnya secara tradisional yang akan memakan waktu hingga lebih dari satu tahun. Dengan 3D printing, hanya akan memakan waktu tak lebih dari 4 bulan.
Gagasan untuk menciptakan 3D printing di luar angkasa memang bukan hal baru di NASA dimana NASA telah mencoba menempatkan printer 3D di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Menurut Niki Werkheiser, manajer produk NASA dalam pernyataannya di bulan Mei lalu, dengan 3D printing akan memungkinkan NASA bisa hidup dan bekerja di luar angkasa dengan efisiensi dan produktifitas yang sama seperti di bumi, dengan tujuan utama untuk menghilangkan ketergantungan pada material dan bagian-bagian yang diluncurkan dari bumi.
Bagian roket yang dicetak tersebut diuji coba oleh Glenn Research Center NASA di Cleveland, yang berupa sebuah injektor roket yang sangat rumit, diciptakan melalui metode laser yang selektif, dengan proses pembuatan aditif yang menggunakan laser bertenaga tinggi untuk melelehkan bubuk logam ke dalam struktur 3D. Menurut Tyler Hickman, peneliti NASA, injektor merupakan jantung sebuah mesin roket dan mewakili porsi biaya yang besar dari sistem tersebut. Dan dengan inovasi teknologi 3D printing tersebut, NASA bisa menghasilkan injektor roket yang sepenuhnya aditif dengan demonstrasi dalam lingkungan yang relevan.
Hal ini jelas merupakan sesuatu yang sangat besar bagi NASA. Tak hanya dengan akan mengurangi biaya, tetapi juga akan membuka kesempatan bagi para astronot untuk melakukan produksi sendiri saat berada di luar angkasa. Yang paling penting tentunya juga faktor waktu dimana injektor roket hasil cetakan 3D yang dibuat tersebut sangat menghemat waktu jika dibandingkan dengan membuatnya secara tradisional yang akan memakan waktu hingga lebih dari satu tahun. Dengan 3D printing, hanya akan memakan waktu tak lebih dari 4 bulan.
Gagasan untuk menciptakan 3D printing di luar angkasa memang bukan hal baru di NASA dimana NASA telah mencoba menempatkan printer 3D di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Menurut Niki Werkheiser, manajer produk NASA dalam pernyataannya di bulan Mei lalu, dengan 3D printing akan memungkinkan NASA bisa hidup dan bekerja di luar angkasa dengan efisiensi dan produktifitas yang sama seperti di bumi, dengan tujuan utama untuk menghilangkan ketergantungan pada material dan bagian-bagian yang diluncurkan dari bumi.
Printer 3D adalah sebuah teknologi yang memungkinkan kita mencetak suatu obyek 3D dari yang paling mudah hingga yang paling rumit. Prinsipnya hampir sama dengan printer 2D yang dicetak ke dalam kertas, yaitu dengan mendesain model dulu dengan suatu software yang kemudian outputnya adalah pencetakan dengan bahan tertentu sesuai dengan yang diinginkan.
Semua bentuk benda dapat dicetak dengan printer 3D, dari obyek sederhana misalnya patung, sepatu, baju hingga mencetak makanan, mobil dan rumah.
Berikut ini rangkuman aplikasi printer 3D dalam berbagai bidang kehidupan manusia.
1.Pendidikan
Dalam dunia pendidikan, pembelajaran akan lebih mudah bila menggunakan model. Dengan menggunakan printer 3D maka guru dapat mewujudkan ide-ide untuk model pembelajaran. Misalnya membuat model organ pada manusia, membuat model sebuah mesin, dan sebagainya hanya dengan mencetaknya.
Begitu pula para siswa juga dapat mewujudkan ide-ide untuk tugas belajar ataupun inovasi dengan cara yang mudah dan murah.
2.Pembuatan Prototipe

Produsen suatu produk akan membuat desain atau prototipe terlebih dahulu sebelum diproduksi dalam jumlah besar. Dengan menggunakan printer 3D maka pembuatan prototipe menjadi lebih mudah, murah dan cepat.
Misalnya, produsen sepatu merk terkenal menghabiskan ribuan dolar dalam membuat prototipe dan itupun harus menunggu berminggu-minggu. Namun sekarang, pembuatan prototipe dapat dilakukan dengan mudah, desain melalui komputer, bila ada perubahan dapat dilakukan saat itu juga dan dicetak ulang di hari yang sama. Itupun dengan biaya yang jauh lebih murah.
3.Industri Manufaktur
Dalam industri manufaktur yaitu membuat bahan mentah menjadi bahan jadi, maka dengan teknologi printer 3D dapat dilakukan dengan cepat. Kali ini tidak lagi hanya membuat prototipe tapi sudah pembuatan barang jadi. Perusahaan akan menjadi lebih efisien dalam memproduksi suatu obyek.
4.Industri Otomotif
Produsen mobil telah lama menggunakan pencetakan 3D konvensional. Dengan adanya teknologi printer 3D saat ini, maka produsen mobil akan lebih dimudahkan dalam proses produksi dengan biaya yang lebih kecil.

Saat ini telah bermunculan mobil konsep yang dibuat dengan menggunakan printer 3D. Mobil-mobil konsep tersebut terlihat lebih eksentrik dan bahkan ada yang siap untuk diproduksi massal.
Ada juga sebuah perusahaan raksasa penerbangan Airbus yang membuat sepeda motor listrik yang diberi nama Light Rider dengan bodi berlubang. Sepeda motor buatannya tersebut sulit bila dibuat dengan teknologi konvensional.
Para penggemar otomotif juga dapat memanfaatkan printer 3D untuk membuat bagian-bagian dari mobil tua yang sudah tidak diproduksi lagi. Hal ini tentu sangat memudahkan para penggemar untuk membuat komponen sendiri dengan mudah.
5.Industri Penerbangan
Produsen pesawat juga telah lama menggunakan pencetakan 3D. Namun dengan adanya teknologi printer 3D saat ini maka proses pembuatan komponen pesawat akan menjadi lebih cepat. Sebuah komponen pesawat yang biasanya diproduksi dalam waktu 3 bulan, maka dengan teknologi printer 3D dapat dibuat hanya dalam waktu 6 hari saja.
6.Dunia Antariksa
Baru-baru ini suatu printer 3D berhasil mencetak sejumlah paralatan yang dibutuhkan oleh kru Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Penggunaan mesin printer 3D dapat membuat efisiensi waktu dan penghematan banyak biaya.
Bila biasanya peralatan yang dibutuhkan kru ISS harus dibuat dulu di bumi dan baru dikirim ke ISS yang tentunya membutuhkan waktu lama dan biaya besar, maka dengan printer 3D hal itu dapat teratasi dengan mudah. Para peneliti akan cukup mengirimkan rancangan desain yang nantinya akan dicetak melalui printer 3D di ISS.
7.Bidang Konstruksi
Dalam membangun sebuah rumah biasanya akan membutuhkan waktu hitungan bulan. Namun dengan printer 3D maka waktu yang dibutuhkan hanya dengan hitungan
8.Arsitektur
Arsitektur merupakan salah satu pengadopsi awal teknologi printer 3D. Ketika seorang arsitek ingin mempresentasikan model fisika hasil rancangannya, maka cara yang cepat dan efisien adalah menggunakan printer 3D. Hal tersebut dapat mengurangi waktu dan tenaga untuk memvisualisasikan kepada kliennya.
9.Desain Produk
halnya dalam pembuatan prototipe, dalam pembuatan desain produk bukan hanya dalam prototipe namun sudah menjadi produk jadi. Ada banyak bidang yang membutuhkan misalnya mebel, alat listrik lampu dan aksesorisnya, hingga produk untuk kehidupan sehari-hari.
10.Dunia Medis
Penggunaan printer 3D dalam dunia medis berkembang dengan sangat cepat. Kelebihan penggunaan printer 3D ini dapat mencetak dengan kerumitan yang tinggi dan ini cocok untuk pembuatan organ manusia.
Saat ini teknologi printer 3D dalam dunia medis terus berkembang untuk mencapai teknologi generasi terbaru. Diperkirakan dalam beberapa tahun ke dapan, organ seperti hidung, telinga, gigi, hati bahkan jantung dengan kompleksitas tinggi dapat dibuat dengan sempurna.
Dengan adanya teknologi ini maka pasien yang membutuhkan transplantasi organ akan mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan efisien serta biaya yang jauh lebih kecil.
12.Fashion
Teknologi printer 3D sudah merambah di dunia fashion di berbagai negara. Penggunaan teknologi akan memungkinkan pembuatan desain yang unik dan out of the box.

Kita dapat membayangkan ketika teknologi ini sudah dimiliki tiap orang di rumah, maka kita dapat mencetak baju dan sepatu yang kita inginkan dengan mudah.
Itulah tadi beberapa aplikasi printer 3D dalam berbagai bidang. Ke depan akan melingkupi seluruh sisi kehidupan manusia yang tak terlepas dari printer 3D seperti halnya smartphone saat ini.
12.Perhiasan
Printer 3D memang bisa diandalkan untuk membuat berbagai macam benda, bahkan bisa juga dipakai untuk membuat Perhiasan.
Perhiasan yang dibuat dengan menggunakan printer 3D pastinya akan mempunyai bentuk yang keren-keren dengan tingkat detail yang sangat tinggi. dimana hasilnya bisa sama dengan designnya baik bentuk serta ukurannya .
Mencetak Mainan Pesawat dan Berbagai Macam Benda dengan 3D Printer
Dunia teknologi menghadirkan beragam inovasi yang menarik untuk dicoba. Salah satunya adalah teknik mencetak 3D pada benda koleksi. Melalui acara 3D Printing Special: Aviation di @america 31 Juli lalu, diperkenalkan sebuah mesin yang didukung kecanggihan teknologi tinggi untuk mencetak berbagai macam benda dalam wujud 3D. Ternyata Airbus yang dibuat di Eropa sudah mulai memanfaatkan teknik cetak 3D untuk hal seperti pembuatan pesawat. Selain itu, mesin 3D tersebut juga bisa menghasilkan bentuk lain seperti patung karakter kesukaan hingga wajah diri.
Variasi Benda 3D Bermacam Bentuk
Sebelumnya, penggunaan mesin 3D Printer ini lebih sering digunakan di bidang industri. Namun, saat ini penggunaannya sudah lebih komersil dan bisa dipakai banyak pihak. Khususnya pada acara di @america ini, mesin 3D tersebut digunakan untuk menciptakan model pesawat seperti aslinya. Pembuatannya memang membutuhkan perhitungan yang disesuaikan dengan rasio pesawat yang akan tercetak. Metode ini berlaku juga untuk menghasilkan bentuk lainnya.
Pertama tentu perlu membuat sebuah desain dibantu beragam aplikasi seperti Autocat atau 3D Max atau aplikasi 3D lainnya. Setelah terbentuk, pengguna diharuskan menentukan skala sebagai ukuran benda yang nantinya akan tercetak. Kemudian, cetak desain yang dibuat dibantu aplikasi pada laptop . Pada acara ini, mesin yang digunakan adalah Mesin 3D Printer FDM Seperti Up Box dan UP 300 untuk mencetak benda 3D. Namun, bisa juga menghasilkan bentuk desain 3D dengan mesin yang lebih kecil seperti mesin 3D Printer UP Mini
Kemudian, pilih bahan terdiri dari ABS yang berupa plastik atau PLA yang terbuat dari jagung dan ramah lingkungan. Lalu mesin akan mencetak desain yang diinginkan. Perlu diingat bahwa semakin tipis dari ketebalan benda yang dicetak, maka detail akan semakin terlihat dan rapi. Untuk beberapa bentuk seperti pesawat ini, memerlukan pencetakan hingga 2 kali karena ukuran lebih kompleks. Setelah dicetak, dua atau lebih bagian yang dicetak dapat disambungkan hingga membentuk pesawat sesuai desain.
Hasil Cetak 3D yang Bermanfaat
Beragam bentuk yang dihasilkan dengan desain 3D tentunya memberi manfaat tersendiri. Teknologi ini adalah sebuah terobosan penting yang akan berguna di bidang penerbangan karena dapat mengurangi bobot pesawat, sekaligus dapat mendisain ulang dari bentuk pesawat tersebut. Selain itu, konstruksi pesawat juga bisa dilakukan secara keseluruhan.
Menurut Dudi Sudibyo, Jurnalis Angkasa Aerospace Magazine, pembuatan pesawat di masa depan akan memanfaatkan teknik cetak 3D. Penggunaan teknik ini dapat mempersingkat pembuatan pesawat menjadi lebih cepat selesai. Konstruksi pesawat pun bisa lebih detail pada setiap komponennya.
Hal ini juga berlaku untuk desain 3D dalam bentuk lain seperti membuat patung karakter kesukaan, drone, bahkan miniatur tubuh sendiri. Meski rasio benda yang dihasilkan lebih kecil, namun bisa menjadi barang koleksi yang dapat dibuat sendiri. Bahkan, dapat membentuk sebuah robot berbahan ringan namun memiliki bentuk yang unik.